Presiden Serbia Siagakan Pasukan di Perbatasan Kosovo, AS dan Eropa Desak Redakan Ketegangan

Anton Suhartono
Amerika Serikat dan Eropa mendesak Kosovo untuk menarik militernya dari wilayah berpenduduk mayoritas etnis Serbia menyusul bentrokan dengan demonstran (Foto: Reuters)

"Ini merongrong upaya kita untuk membantu menormalisasi hubungan antara Kosovo dan Serbia dan akan berdampak pada hubungan bilateral kami dengan Kosovo," kata Blinken, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/5/2023).

Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan AS mengeluarkan pernyataan bersama yang meminta pihak berwenang Kosovo untuk mundur dan meredakan situasi. AS sebenarnya menjadi pendukung utama Kosovo secara politik, militer, dan finansial, sejak merdeka dari Serbia pada 2008.

Etnis Albania menguasai lebih dari 90 persen populasi di Kosovo, sementara Serbia hanya menguasai wilayah utara. Penduduk etnis Serbia di utara Kosovo tidak menerima kemerdekaan pada 2008 dari Serbia. Mereka masih menganggap Beograd sebagai ibu kota yang sah, bukan Pristina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur

57 tahun lalu

Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia

57 tahun lalu

Laga Albania Vs Israel Chaos: Diwarnai Selebrasi Provokatif, Tamparan, hingga Lemparan Sepatu

57 tahun lalu

Europe on Screen 2026 Resmi Dimulai, 55 Film Eropa Diputar Gratis!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal