Setelah menguraikan situasi di Gaza, Abbas beralih ke Tepi Barat, di mana pemerintah sayap kanan Israel terus memperluas permukiman ilegal untuk warga Yahudi. Perampasan lahan dan kekerasan pemukim ilegal, yang dilindungi oleh tentara Israel, masih terus terjadi, bahkan semakin intemsif.
Pernyataanya itu merujuk pada rencana pembangunan permukiman E1 Israel yang akan membagi Tepi Barat menjadi dua bagian serta mengisolasi Yerusalem dari wilayah Palestina sekitarnya. Tindakan yang jelas-jelas pelanggaran terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB itu hanya akan melemahkan solusi dua negara.
“Mereka (pemukim ilegal) membakar rumah dan ladang (warga Palestina). Mereka mencabut pohon dan menyerang desa, serta menyerang warga sipil Palestina yang tidak bersenjata,” katanya.
“Faktanya, mereka membunuh warga di siang bolong, di bawah perlindungan tentara penjajah Israel," ujarnya, melanjutkan.
Abbas juga menyesalkan dan menentang sepenuhnya seruan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mewujudkan Greater Israel, mencakup wilayah beberapa negara Arab.
Dalam pidato itu, Abbas turut menyinggung serangan Israel ke Qatar pada 9 September lalu dengan menyebutnya sebagai eskalasi dan pelanggaran berat dan terang-terangan terhadap hukum internasional.