Jokowi melanjutkan, pertemuan bilateral dengan Muhyiddin berlangsung baik, terbuka, dan komprensif, membahas sejumlah isu bilateral seperti perlindungan warga negara Indonesia (WNI) hingga isu kawasan dan global.
“Saya menyampaikan apresiasi, penghargaan atas kerja sama perlindungan WNI di Malaysia, terutama selama pandemi dan saya kembali menitipkan WNI di Malaysia pada Pemerintah Malaysia,” ujarnya.
Terkait perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dia menekankan pentingnya penyelesaian nota kesepahaman mengenai penempatan dan perlindungan pekerja domestik Indonesia di Malaysia.
“Selain itu, dua negara juga perlu membangun one channel system agar masalah penempatan tenaga kerja dapat dilakukan secara lebih baik untuk mencegah terjadinya para pekerja menjadi korban perdagangan manusia,” ucapnya.
Pertemuan juga membahas isu diskriminasi sawit.
“Indonesia akan terus berjuang untuk melawan diskriminasi terhadap sawit dan perjuangan tersebut akan lebih optimal jika dilakukan bersama dan Indonesia mengharapkan komitmen yang sama dengan Malaysia mengenai isu sawit ini,” kata Jokowi.