Presiden Duterte: Siswa Filipina Tak Boleh ke Sekolah sampai Vaksin Corona Tersedia

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: AFP)

Sekolah umum biasanya melangsungkan kegiatan belajar mengajar mulai dari Juni hingga April di Filipina. Akan tetapi, peningkatan kasus infeksi corona dan karantina yang ketat (lockdown) membuat sebagian besar aktivitas masyarakat di negara itu berhenti.

Untuk mengurangi kepadatan orang di kelas, Kementerian Pendidikan Filipina telah mengumumkan langkah-langkah pembelajaran jarak jauh, termasuk kelas online (daring), yang juga akan digunakan untuk tahun ajaran yang akan datang.

Jutaan orang hidup dalam kemiskinan yang parah di Filipina dan tidak memiliki akses komputer di rumah. Padahal, perangkat tersebut akan menjadi kunci bagi kelangsungan kelas daring.

Pandemi telah membuat anak-anak di seluruh dunia menjadi “tahanan rumah” selama berbulan-bulan. Akan tetapi, beberapa negara telah mulai melanjutkan kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung di sekolah-sekola, termasuk Korea Selatan dan Prancis.

Jumlah kejadian infeksi corona di Filipina per Senin (25/5/2020) kemarin mencapai lebih dari 14.300 kasus. Dari jumlah itu, 873 pasien di antaranya meninggal dunia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

57 tahun lalu

Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami

57 tahun lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte

57 tahun lalu

Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal