Presiden Duterte Ancam Stop Pengiriman Tenaga Kerja ke Timur Tengah

Anton Suhartono
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan menghentikan pengiriman tenaga kerja ke Timur Tengah setelah warganya menjadi korban pemerkosaan di Kuwait.

Saat ini lebih dari 2 juta warga Filipina, sebagian besar bekerja sebagai asisten rumah tangga, berada di Timur Tengah. Sebanyak 10 persennya atau sekitar 200.000 bekerja di Kuwait.

Pekan lalu Duterte melarang warganya bekerja di Kuwait setelah menerima laporan adanya tindak kekerasan, eksploitasi, bahkan warganya yang tewas di negara itu.

“Satu lagi insiden melibatkan seorang perempuan, seorang warga Filipina yang diperkosa di sana berniat bunuh diri. Saya akan menghentikan ini. Saya akan melarang warga Filipina bekerja (di sana). Saya minta maaf kepada warga Filipina yang ada di sana (Kuwait) sekarang, mereka bisa pulang,” ujarnya, dikutip dari AFP, Rabu (24/1/2018).

Dia pun meminta Pemerintah Kuwait untuk tidak tutup mata terhadap permasalahan ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
19 hari lalu

Hasto PDIP Hadiri Forum CALD di Filipina, Serukan Penguatan Demokrasi

Internasional
21 hari lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Internasional
21 hari lalu

Filipina Darurat Energi: Banyak Pesawat Tak Bisa Terbang karena Harga Bahan Bakar Naik 100%

Internasional
21 hari lalu

Breaking News: Filipina Tetapkan Status Darurat Energi Dampak Konflik Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal