Prancis Rusuh Buntut Remaja Muslim Ditembak Mati Polisi, Kerahkan 45.000 Personel

umaya
Pemerintah Prancis mengerahkan 45.000 personel ke jalan-jalan buntut kerusuhan tiga malam pascapenembakan kepada seorang remaja muslim. (Foto: Reuters)

Sebelumnya, Nahel M (17), remaja keturunan Aljazair dan Maroko, ditembak mati oleh polisi di pinggiran Kota Nanterre, Selasa (27/6/2023). Kematiannya terekam dalam video dan memicu kembali keluhan lama dari masyarakat miskin, ras campuran, kekerasan polisi dan rasisme.

Akibat penembakan itu, kerusuhan dan kekerasan pecah di berbagai wilayah Prancis. Bangunan dan kendaraan dibakar dan toko dijarah. 

Kerusuhan telah berkobar secara nasional, termasuk di kota-kota seperti Marseille, Lyon, Toulouse, Strasbourg dan Lille serta Paris. 

Lebih dari 200 polisi terluka pada Kamis (29/6/2023) malam. Lebih dari 900 orang ditangkap dengan usia rata-rata mereka adalah 17 tahun. 

Polisi mulai membersihkan pengunjuk rasa dari alun-alun pusat kota Paris Place de la Concorde pada Jumat malam setelah demonstrasi dadakan.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Buletin
8 hari lalu

Prabowo Tantang Lawan Politik: Tak Suka Saya? Silakan Bertarung di 2029

Nasional
13 hari lalu

Menko Yusril Buka Suara soal Penjual Es Kue Jadul yang Dituding Aparat Pakai Spons 

Internasional
17 hari lalu

Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal