Prancis Kerahkan 65 Ribu Polisi untuk Amankan Demo Besok

Nathania Riris Michico
Polisi anti huru-hara bentrok dengan para demonstran 'Rompi Kuning' di Champs-Elysees, Paris. (Foto: AP)

Pengumuman itu diambil setelah Presiden Emmanuel Macron pada Rabu (5/12) memutuskan membatalkan kenaikan pajak BBM, yang memicu kerusuhan berminggu-minggu.

Pada Sabtu lalu, huru-hara terburuk dalam beberapa tahun terakhir berkobar di Paris, di mana para pemrotes membakar mobil dan menjarah toko-toko di Champs Elysees, jalan raya yang tersohor di Paris.

Pejabat-pejabat pemerintah khawatir terulangnya kekerasan pada Sabtu akan melumpuhkan ekonomi negara itu dan menimbulkan keraguan tentang pemerintah bisa bertahan.

Menara Eiffel dan museum-museum akan ditutup pada Sabtu besok dan setidaknya empat pertandingan sepak bola divisi pertama dibatalkan.

Protes berkobar pada November lalu, karena kenaikan pajak BBM yang merupakan bagian dari rencana Macron untuk melawan pemanasan global.

Setelah Macron membatalkan kenaikan pajak BBM, para pengunjuk rasa mengemukakan tuntutan baru terkait isu-isu ekonomi lainnya yang merugikan para pekerja, pensiunan, dan mahasiswa.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gegara Cuaca Panas Ekstrem, Paris Larang Warganya Minum Alkohol

57 tahun lalu

Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini

57 tahun lalu

Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!

57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal