Posting Video di Pabrik Senjata, Mantan Presiden Rusia Tepis Negaranya Kehabisan Rudal

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev (Foto: Reuters)

“Partai kita harus membantu semua orang di seluruh dunia untuk memahami bahwa operasi khusus yang sedang berlangsung merupakan tanggapan dan pilihan terakhir atas persiapan agresi oleh AS dan para satelitnya. Jelas bahwa dunia mendekati ancaman Perang Dunia III atas kejadian itu,” kata Medvedev.

Dia juga menyebut, PBB dan lembaga internasional lainnya berada dalam masalah serius. Menurut pria yang menjabat presiden pada periode 2008-2012 itu, PBB didirikan untuk menyelesaikan konflik internasional, namun diubah oleh negara Barat menjadi medan perang.

"Musuuh-musuh kita mencoba untuk mendapatkan suara sebanyak mungkin untuk mendukung inisiatif anti-Rusia, menggunakan cara curang seperti tekanan ekonomi, pemerasan, dan penyuapan politik,” katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Sains
9 jam lalu

Mengintip Rudal QW-3 Yon Arhanud 21 Pasgat, Tameng Mematikan TNI AU

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Internasional
2 hari lalu

Iran Batalkan Demo Persenjataan Terbaru, Ada Apa?

Internasional
5 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal