ATHENA, iNews.id – Krisis yang terjadi di Ukraina saat ini dianggap sebagai dampak dari ulah Barat. Politikus senior Yunani, Panagiotis Lafazanis mengatakan, AS bersama NATO dan Uni Eropa melancarkan perang di Ukraina melawan Rusia, yakni dengan mendukung kudeta di Kiev, delapan tahun lalu.
Dia pun menilai tindakan Rusia saat ini dapat dibenarkan. Sebab, jika tidak ada yang bermain api, tentu tidak akan terjadi kebakaran.
“Perang di Ukraina tidak dimulai empat bulan lalu. Perang dimulai dengan kudeta 2014, yang dilakukan oleh pasukan Poroshenko (mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko) dan teman-teman Nazi-nya,” ujar Lafazanis yang juga mantan menteri energi Yunani itu, kepada kantor berita Sputnik, Jumat (1/7/2022).
Dia menuturkan, pergolakan di Ukraina pada 2014 sejatinya memang dimaksudkan Barat untuk mengalami eskalasi dan kemudian dimulailah perang melawan Rusia. Duta Besar AS Geoffrey Pyatt, yang pernah bekerja di Athena dan baru-baru ini, berangkat ke Amerika Serikat, adalah duta besar di Kiev ketika kudeta itu terjadi.
“Dia (Pyatt) adalah penyelenggara kudetanya. Duta besar (AS) itu mendesak untuk diadakan kudeta pada unjuk rasa di Maidan (alun-alun di pusat Kiev). Ini tidak terbayangkan, belum pernah terjadi sebelumnya untuk misi diplomatik di negara asing,” kata Lafazanis.