Komisi Eropa pada Jumat (17/6/2022) kemarin merekomendasikan pemberian status calon anggota Uni Eropa kepada Ukraina. Komisaris Uni Eropa untuk perluasan organisasi menyatakan, Ukraina masih harus memenuhi serangkaian kriteria ketat untuk membuka negosiasi keanggotaan.
Tidak ada batas waktu untuk penetapan bergabungnya Ukraina secara resmi di UE. Di samping itu, setiap anggota UE dapat sewaktu-waktu dapat memveto rekomendasi Komisi Eropa tersebut, sehingga Ukraina pun tak bisa masuk ke dalam blok ekonomi politik itu
Bagi UE, jalan menuju keanggotaan diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun, yang membutuhkan reformasi mendalam untuk mengatasi korupsi endemik. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sempat menyoroti masalah korupsi itu dalam kunjungannya ke Kiev pada 11 Juni lalu.
Menurut lembaga Transparency International, Ukraina dianggap sebagai salah satu negara paling korup di dunia, yakni berada di peringkat 122 dari 180 negara.