Politikus Belgia: Meski Berstatus Kandidat, Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa Bagaikan Mimpi

Ahmad Islamy Jamil
Bendera Uni Eropa berkibar di depan markas organisasi antarpemerintahan itu di Brussels, Belgia (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Komisi Eropa pada Jumat (17/6/2022) kemarin merekomendasikan pemberian status calon anggota Uni Eropa kepada Ukraina. Komisaris Uni Eropa untuk perluasan organisasi menyatakan, Ukraina masih harus memenuhi serangkaian kriteria ketat untuk membuka negosiasi keanggotaan. 

Tidak ada batas waktu untuk penetapan bergabungnya Ukraina secara resmi di UE. Di samping itu, setiap anggota UE dapat sewaktu-waktu dapat memveto rekomendasi Komisi Eropa tersebut, sehingga Ukraina pun tak bisa masuk ke dalam blok ekonomi politik itu

Bagi UE, jalan menuju keanggotaan diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun, yang membutuhkan reformasi mendalam untuk mengatasi korupsi endemik. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sempat menyoroti masalah korupsi itu dalam kunjungannya ke Kiev pada 11 Juni lalu.

Menurut lembaga Transparency International, Ukraina dianggap sebagai salah satu negara paling korup di dunia, yakni berada di peringkat 122 dari 180 negara.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

Pesan Keras Prabowo ke Para Pejabat: Tinggalkan Praktik yang Mengarah ke Korupsi

57 tahun lalu

Peringatan Keras Mensos ke Jajaran: Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi

57 tahun lalu

Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus Korupsi MBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal