Turis perempuan asal Spanyol tersebut sebelumnya melaporkan telah diperkosa beramai-ramai pada Jumat, 1 Maret 2024, di tendanya bermalam bersama sang suami di Kurumahat. Lokasi pemerkosaan brutal itu masih di kawasan kantor polisi Hansdiha, sekitar 300 km dari ibu kota negara bagian Ranchi.
Polisi menemukan pasangan warga negara Spanyol itu pada Jumat, 1 Maret, sekitar pukul 11 malam waktu setempat di pinggir jalan. Mereka tampak seperti baru saja mengalami pemukulan. Namun, polisi sebelumnya tidak menjelaskan secara detail kejahatan yang dialami pasangan tersebut dan tidak mengidentifikasi kedua korban.
"Kedua orang tersebut mengatakan insiden yang mereka alami melibatkan tujuh pria," kata Pitamber Singh Kherwar, inspektur polisi di Dumka kepada wartawan, Sabtu 2 Maret, dilansir dari Hindustan Times.
Sementara korban yang melaporkan identitasnya sebagai Vicente dan Fernanda mengungkap kejadian mengerikan yang mereka alami kepada TV Spanyol, Antena 3, dalam wawancara video pada Sabtu lalu. Pasangan influencer itu mengungkapkan, mereka berkemah di dekat lokasi penyerangan karena tidak dapat menemukan hotel di dekatnya.
Fernanda mengatakan, dia diperkosa bergantian selama sekitar dua jam sementara suaminya Vicente dipukuli berulang kali.