Dia malah menuduh Rusia memiliki motif sendiri dan kemampuan untuk melakukan serangan sebesar itu.
Pipa Nord Stream dibangun untuk mengalirkan gas di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman. Pipa itu terkena ledakan pada September 2022. Nord Stream AG, selaku operator pipa tersebut, mengatakan bahwa kerusakan semacam itu belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka juga tidak dapat memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaikinya.
Rusia menganggap ledakan di dua pipa itu sebagai tindakan terorisme internasional dan telah meluncurkan penyelidikan terpisah.
Dari sekian banyak pihak yang melakukan investigasi, belum ada satu pun yang merilis hasil resmi. Akan tetapi, jurnalis investigasi AS pemenang Hadiah Pulitzer, Seymour Hersh, menerbitkan sebuah laporan pada Februari yang mengatakan bahwa ledakan itu diorganisasi oleh Amerika Serikat dengan dukungan Norwegia. Washington DC membantah terlibat dalam insiden itu.
Pada awal Maret, majalah Jerman Der Spiegel mengungkapkan detail mengenai kapal pesiar yang diduga terkait dengan ledakan Nord Stream. Sebuah kapal layar Bavaria Cruiser 50 bernama Andromeda disewa oleh orang tak dikenal, dengan email yang digunakan untuk menyewanya mengisyaratkan koneksi ke Ukraina, kata laporan itu.