PM Singapura Sebut Negaranya Hadapi Kesulitan akibat Konflik AS dan China

Anton Suhartono
Lee Hsien Loong (Foto: AFP)

“Kita harus memastikan keamanan serta melindungi dan memajukan kepentingan ketika berhadapan dengan negara lain, besar dan kecil,” tutur Lee.

Lee sebelumnya memperingatkan dampak global dari memburuknya hubungan AS dan China. Singapura dan negara-negara Asia tidak ingin dipaksa untuk memihak antara dua kekuatan tersebut.

Dalam pidato terbaru ini, Lee kembali menegaskan setiap negara akan berusaha tidak bergantung satu sama lain, terutama di sektor barang dan layanan penting seperti makanan atau pasokan medis.

"Mereka akan lebih memperdebatkan bagaimana kue dibagikan, ketimbang bekerja sama untuk memperbesar kue itu bagi semua. Ini akan menjadi dunia yang kurang sejahtera dan juga bermasalah," kata Lee.

Secara historis, Singapura mengandalkan pemasukan melalui kerja sama dengan negara lain. Pertama, sebagai pusat perdagangan, lalu pelabuhan internasional, dan kemudian sekarang pusat penerbangan, keuangan, dan telekomunikasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

57 tahun lalu

Demonstran Bakar Diri hingga Tewas Dekat Markas PBB, Bawa Tulisan: China Keluar dari Tibet!

57 tahun lalu

Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York

57 tahun lalu

Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal