Yerusalem Timur merupakan salah satu wilayah yang diinginkan Palestina sebagai ibu kota negara di masa depan. Negosiasi yang ditengahi Amerika Serikat terhenti pada 2014. Sejak itu Israel mengklaim semua wilayah Yerusalem sebagai ibu kotanya meskipun tak diakui dunia internasional.
Ketegangan di Yerusalem Timur meluas menjadi bentrokan termasuk di sekitar Masjid Al Aqsa, pada puncak Ramadan yakni di 10 hari terakhir.
Pada Sabtu malam atau malam ke-27 Ramadan, para pemuda Palestina melempari batu, menyalakan api, dan merobohkan barikade polisi di jalan-jalan menuju gerbang Kota Tua. Pasukan keamanan Israel merespons dengan granat setrum serta menambakkan water cannon.
Kekerasan di Yerusalem Timur memicu keprihatinan internasional. Paus Fransiskus mengungkapkan keprihatinan seraya menyerukan diakhirinya kekerasan. Dia juga mengatakan terus memantau perkembangan.
"Kekerasan melahirkan kekerasan, hentikan bentrokan," kata Paus.