PM Malaysia: Perang Timur Tengah Bisa Picu Krisis Dahsyat, Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Anton Suhartono
Anwar Ibrahim memperingatkan warganya bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi memicu krisis ekonomi global yang belum pernah terjadi sebelumnya (Foto: AP)

“Kita akan mencoba mengendalikan dampak konflik Iran, termasuk untuk RON 95, yang harganya 1,99 ringgit per liter,” katanya.

Namun dia mengingatkan, kemampuan Malaysia menahan dampak gejolak energi kemungkinan hanya bertahan dalam waktu terbatas.

“Kita terus memantau situasi ini karena sejauh ini kita masih bisa bertahan selama satu atau dua bulan,” ujarnya.

Anwar juga meminta pegawai negeri sipil (PNS), pekerja sektor swasta, hingga pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi dampak ekonomi dari konflik tersebut.

Saat ini sekitar 200 kapal dilaporkan terjebak di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan militer. Kondisi itu berpotensi mengganggu arus perdagangan global dan memperlambat distribusi energi.

Penutupan jalur strategis tersebut juga memaksa kapal-kapal mencari rute alternatif yang lebih jauh. Dampaknya, biaya transportasi meningkat dan dapat mendorong kenaikan harga barang, termasuk impor bagi usaha kecil dan menengah serta harga pangan.

“Mari kita jujur, tulus, dan jelas kepada masyarakat. Kita harus memantau situasi dan jangan sampai kita lengah,” kata Anwar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ancam Serang Lagi, Iran Akan Tutup Total Selat Hormuz

57 tahun lalu

AS Batalkan Gencatan Senjata, Ini Tanggapan Keras Iran

57 tahun lalu

Trump: AS Akan Serang Iran Lagi Malam Ini

57 tahun lalu

Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal