PM Israel Netanyahu: Rencana Perdamaian Timur Tengah Usulan Trump Bersejarah

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjabat tangan setelah pidato Trump di Museum Israel di Yerusalem 23 Mei 2017. (FOTO: Reuters)

Saingan politik Netanyahu, Benny Gantz, juga menerima undangan untuk menghadiri pembicaraan Gedung Putih.

Dalam konferensi pers di Tel, Gantz mengatakan, " Rencana perdamaian yang dirancang oleh Presiden Trump akan menjadi sejarah sebagai tonggak yang berarti."

Kepemimpinan Palestina tidak diundang dan menolak rencana Trump di tengah hubungan yang tegang dengan presiden AS itu terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang utuh.

"Langkah ini hanya menegaskan kembali penolakan absolut kami atas apa yang dilakukan pemerintah AS sejauh ini, khususnya pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata juru bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas, dalam sebuah pernyataan.

Palestina menganggap Yerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka dan percaya bahwa rencana Trump bakal mengubur solusi dua negara yang selama beberapa dekade menjadi landasan diplomasi Timur Tengah internasional.

Kekuatan dunia sejak lama sepakat bahwa nasib Yerusalem harus diselesaikan melalui negosiasi antara Israel dan Palestina.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Media AS Ungkap Israel Berencana Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

57 tahun lalu

Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan, Netanyahu Sebut Hizbullah Masih Mengancam

57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

57 tahun lalu

Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal