“Tidak ada bukti nyata peningkatan kematian (akibat covid varian baru) bagi mereka yang berada di rumah sakit. Namun, ketika data dilihat dari segi mereka yang telah dites positif, memang ada bukti bahwa ada peningkatan risiko bagi mereka yang tertular varian baru, dibandingkan dengan virus lama,” kata Vallance.
Dia mengatakan, sebagai contoh bagi seorang pria berusia sekitar 60-an tahun, perbandingan risiko rata-rata adalah terdapat 10 dari 1.000 orang yang terinfeksi diperkirakan akan meninggal. Sekarang, angkanya meningkat menjadi sekitar 13 atau 14 orang dari 1.000 dengan adanya Covid varian baru.
“Saya ingin menekankan bahwa, masih banyak ketidakpastian seputar angka-angka itu, dan kami membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Tapi, jelas ada kekhawatiran bahwa ini (covid varian baru) meningkatkan kematian serta penularan,” kata Vallance.
Peringatan risiko kematian yang lebih tinggi akibat Covid varian baru, yang diidentifikasi di Inggris akhir tahun lalu, datang sebagai pukulan baru setelah negara itu sempat memiliki tingkat kasus yang disebutkan menyusut, sebanyak 4 persen sehari.
Data yang diterbitkan, pada Jumat (22/1/2021), menunjukkan 5,38 juta orang Inggris telah diberi dosis pertama vaksin Covid. Dengan sebanyak 409.855 orang menerimanya dalam 24 jam terakhir, rekor tertinggi sejauh ini.