PM Boris Johnson Mundur, Taipan Rusia: Akhir yang Memalukan untuk Badut Bodoh

Umaya Khusniah
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: Reuters)

Sebelum Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, PM Johnson telah berulang kali mengkritik Putin. Dia menyebut Putin sebagai kepala Kremlin yang kejam dan mungkin tidak rasional yang membahayakan dunia dengan ambisi gilanya.

Setelah invasi, Johnson menjadikan Inggris sebagai salah satu pendukung Ukraina terbesar di Barat. Negara itu mengirimkan senjata, menjatuhkan beberapa sanksi paling berat dalam sejarah modern terhadap Rusia dan mendesak Ukraina untuk mengalahkan angkatan bersenjata Rusia yang besar.

"Begitulah dukungan Johnson terhadap Ukraina sehingga ia dikenal sebagai 'Borys Johnsoniuk' oleh beberapa orang di Kiev. Dia terkadang mengakhiri pidatonya dengan 'Slava Ukraini atau 'kemuliaan bagi Ukraina," kata Zakharova.

Dia menambahkan, Rusia berulang kali menganggapnya sebagai badut yang tidak siap. Johnson mencoba meninju jauh melampaui kemampuan Inggris sebenarnya.

"Boris Johnson terkena bumerang yang diluncurkan oleh dirinya sendiri.  Rekan-rekan seperjuangannya menyerahkannya," katanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Negara-Negara Barat Kompak Kecam Israel Serang Lebanon: Hizbullah Akan Semakin Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal