Pesawat Luar Angkasa China Chang'e-6 Berhasil Kumpulkan Bebatuan Bulan, Segera Pulang ke Bumi

Anton Suhartono
Pesawat luar angkasa Change'e-6 berhsail mengumpulkan sampel dari bagian terjauh Bulan dari Bumi . Foto diambil dari minirover yang dibawa wahana tersebut (Foto: CNSA/Xinhua via AP)

Misi sebelumnya yang dilakukan Chang'e-5 berhasil mengambil sampel bebatuan dari sisi terdekat Bulan. Ini berbeda dengan Chang'e-6 yang menghadapi tantangan lebih berat karena beroperasi tanpa komunikasi langsung dengan stasiun Bumi. 

Chang'e-6 beroperasi mengandalkan satelit relai Queqiao-2 yang diluncurkan ke orbit Bulan pada April guna membantu komunikasi.

Sementara itu pengambilan sampel di permukaan Bulan dilakukan menggunakan bor dan tangan robot. Wahana menggali tanah dengan kedalaman tertentu.

Foto lubang di permukaan Bulan bekas dari penggalian yang dilakukan Chang'e-6 menjadi viral di platform media sosial Weibo pada hari ini.

Selain itu Chang'e-6 juga mengibarkan bendera China untuk pertama kalinya di sisi terjauh Bulan setelah pengambilan sampel.

Saat ini Chang'e-6 dilaporkan sudah berada di orbit Bulan dan akan bergabung dengan pesawat luar angkasa pendukung lainnya. Sampel tersebut akan ditransfer ke modul yang akan terbang kembali ke Bumi. Pendaratannya akan berlangsung di Mongolia diperkirakan pada 25 Juni.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

LiuGong Jadikan Indonesia Basis Produksi Alat Berat Elektrik Global

2 hari lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

5 hari lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

5 hari lalu

Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal