"Yang sangat saya hargai dari presiden adalah bahwa pertemuan yang kami adakan tidak berfokus pada titik-titik perselisihan, yang memang banyak, tetapi juga berfokus pada tujuan bersama yang kami miliki dalam melayani warga New York," kata Mamdani.
Dalam pertemuan tersebut, Mamdani dan Trump menertawakan sejumlah hinaan pedas yang mereka lontarkan beberapa minggu terakhir.
"Saya pernah disebut jauh lebih buruk daripada seorang lalim. Jadi, ini tidak terlalu menghina, tapi saya pikir dia akan berubah pikiran setelah kita bekerja sama," kata Trump sambil tersenyum.
Sebelumnya, saat Mamdani melesat dalam jajak pendapat menuju pemilu awal bulan ini, Trump melontarkan ancaman untuk mencabut dana federal dari New York.
Sementara itu, Mamdani secara rutin mengkritik berbagai kebijakan Trump, termasuk rencana untuk meningkatkan upaya penegakan hukum imigrasi federal di New York, di mana empat dari sepuluh penduduknya lahir di luar negeri.