Pertama Kali, Jenderal Korsel Pimpin Latihan Gabungan dengan AS Hadapi Serangan Nuklir Korut

Anton Suhartono
Untuk pertama kali seorang jenderal Korsel memimpin latihan perang gabungan bersama Amerika Serikat (AS) (Foto: Reuters)

"Ini penting karena, untuk pertama kali, wakil komandan CFC akan memimpin sebagai komandan CFC masa depan," ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu (24/8/2022).

Sejak Perang Korea yang berlangsung 1950-1953, militer AS memegang otoritas untuk mengendalikan ratusan ribu pasukan Korsel serta sekitar 28.500 tentara AS yang ditempatkan di negara itu jika terjadi perang.

Presiden Korsel Yoon Suk Yeol mengatakan pihaknya belum siap untuk mengambil kendali operasional pasukan gabungan sebagaimana diminta pendahulunya, Moon Jae In. Alasannya Korsel menghadapi pandemi Covid-19 serta berbagai kendala lainnya.

Menhan Korsel Lee Jong Sup bahkan ikut serta dalam latihan pada hari ini. 

Sementara itu Korut mengkritik latihan perang gabungan sebagai upaya untuk menginvasi. Disebutkan pula, latihan itu merupakan kebijakan bermusuhan yang membuktikan bahwa AS dan Korsel sunguh tidak tertarik pada diplomasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?

57 tahun lalu

Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal