Pertama Kali, 2 Perempuan Muslim Bakal Dilantik Jadi Anggota DPR di AS

Nathania Riris Michico
Ilhan Omar dari Minnesota (kiri) dan Rashida Tlaib dari Michigan (kanan). (Foto: courtesy of campaigns)

”Mereka mengembangkan politik identitas,” ujar Christopher.

Ilhan Omar juga menggencarkan politik identitas. Dia mendukung pembebasan biaya pendidikan di kampus, menyediakan perumahan untuk semua, dan reformasi penegakan hukum.

Perempuan berhijab asal Minnesota juga menjadikan identitas pribadinya dalam setiap kampanye.

Ilhan yang bermigrasi dari Somalia ke AS untuk menghindari perang terinspirasi masuk politik karena pada usia 8 tahun diajak kakeknya pergi ke tempat pemungutan suara.

”Saya jatuh cinta dengan politik dan itu yang akan saya menjalaninya,” ujarnya kepada majalah Elle.

Dia memutuskan maju menjadi anggota DPR karena banyak orang yang mendukungnya.
Pada 2016, perempuan 36 tahun itu menjadi anggota parlemen di negara bagiannya di mana penduduk keturunan Somalia sangatlah sedikit.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
2 hari lalu

Heboh! 100 Lebih Politisi Demokrat di DPR AS Tolak Bantuan Militer untuk Israel

1 bulan lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

2 bulan lalu

Kongres AS Minta Akses Senjata Nuklir Israel, Berapa Jumlah Hulu Ledaknya?

1 tahun lalu

Perintahkan Serang Iran, Trump Lolos dari Pemakzulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal