Surat kabar The New York Times pertama kali melaporkan, badan intelijen AS yakin Iran perlu waktu bertahun-tahun lagi untuk memiliki rudal yang bisa menyerang AS.
Dalam pidato kenegaraan, Trump menyampaikan argumen mengenai alasan AS perlu menyerang Iran. Dia mengatakan, Iran sedang mengembangkan rudal yang bisa menjangkau AS.
Tanpa memberikan bukti, Trump menyebut Iran mulai membangun kembali program nuklir yang menurutnya telah dihancurkan dalam serangan udara AS pada Juni 2025.
Iran membantah berupaya membuat persenjataan nuklir dengan mengatakan, pengayaan uraniumnya semata-mata untuk penggunaan sipil.