Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Anton Suhartono
Donald Trump menyerukan kesepakatan nuklir yang baru setelah perjanjian dengan Rusia, New START, berakhir (Foto: AP)

"(Berakhirnya New START) Akan mengurangi stabilitas dan prediktabilitas nuklir, mengancam keamanan global, dan meningkatkan risiko era baru persaingan nuklir tanpa batas,” demikian isi pernyataan.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, perjanjian nuklir antara AS dan Rusia berada pada momen yang genting.

“Berakhirnya pencapaian selama beberapa dekade ini tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih buruk, risiko penggunaan senjata nuklir adalah yang tertinggi dalam beberapa dekade,” kata Guterres, seraya menyinggung pernyataan Rusia yang mungkin penggunaan senjata nuklir taktis di awal perang Ukraina.

Seorang sumber pejabat NATO menyerukan pengekangan dan tanggung jawab atas penggunaan senjata nuklir. Dia mengatakan aliansi militer pimpinan AS akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pengendaliannya.

Pejabat tersebut juga mengecam retorika nuklir Rusia yang tidak bertanggung jawab.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kembali Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.708 per Dolar AS

57 tahun lalu

Timnas Iran Tiba di AS setelah Kesepakatan Damai Diumumkan, Ketegangan Politik Belum Berakhir

57 tahun lalu

Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas

57 tahun lalu

Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal