Peringatan Turki ke China: Jangan Beri Label Semua Warga Uighur Teroris

Nathania Riris Michico
Warga Uighur yang tinggal di Turki berdemo di Ankara, 5 Februari 2020. (FOTO: Adem ALTAN / AFP)

ANKARA, iNews.id - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan China tidak boleh menyebut semua etnis Muslim Uighur sebagai teroris. Hal itu dia tegaskan setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Jerman.

Para pakar PBB percaya China menahan jutaan Muslim Uighur di kamp-kamp di wilayah Xinjiang barat, tempat sebagian besar etnis Uighur, minoritas Muslim terbesar, menetap.

Wilayah ini sejak lama mengalami kekerasan, yang menurut China diatur oleh gerakan "teroris" terorganisir yang mencari kemerdekaan.

"Apakah itu Turki, Turki Uighur, China Han, Buddha, atau Kristen, tidak benar memanggil semua Turki Uighur teroris hanya karena satu atau dua teroris berasal dari kelompok etnis tertentu," kata Cavusoglu, kepada wartawan di Jerman, seperti dilaporkan AFP, Senin (17/2/2020).

Cavusoglu mengadakan pembicaraan dengan Wang Yi pada Sabtu lalu saat Konferensi Keamanan Munich. Cavusoglu mengatakan dia mengangkat masalah Uighur dengan Wang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
18 jam lalu

China Tutup Langit 40 Hari hingga Mei 2026, Alasannya Mengejutkan!

Internasional
3 hari lalu

China Tiba-Tiba Tutup Wilayah Udara Lepas Pantai 40 Hari, Latihan Serang Taiwan?

Mobil
4 hari lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Nasional
9 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal