SIPRI menyebut minat internasional terhadap drone dan sistem anti-drone Israel meningkat tajam, seiring tingginya kebutuhan negara-negara untuk memodernisasi pertahanan udara.
Secara total, sembilan perusahaan Timur Tengah masuk dalam daftar 100 teratas, pertama kali dalam sejarah, dengan pendapatan agregat 31 miliar dolar AS.
AS dan Eropa Nikmati Lonjakan Permintaan
Perusahaan-perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS) tetap menjadi pemain terbesar. Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan General Dynamics menempati posisi teratas dengan pendapatan gabungan mencapai 334 miliar dolar AS, tumbuh 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, proyek besar AS seperti jet tempur F-35 dan rudal balistik Sentinel masih terkendala pembengkakan anggaran serta penundaan produksi.
Di Eropa, 26 perusahaan, tidak termasuk Rusia, mencatat lonjakan tajam. Pendapatan aggregate meningkat 13 persen menjadi 151 miliar dolar AS, didorong permintaan besar dari negara-negara yang memperkuat sistem pertahanannya menghadapi ancaman Rusia.