Perang Dingin Gaya Baru: Rusia-AS Saling Tunggu Siapa Tembak Nuklir Duluan

Anton Suhartono
Ketegangan nuklir membayangi dunia, Rusia dan AS terlibat dalam situasi saling menunggu siapa yang lebih dulu menekan tombol nuklir (Foto: Komite Energi Atom AS).

Trump sebelumnya memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) untuk segera memulai kembali uji coba senjata nuklir, dengan alasan negara lain, terutama Rusia, juga melakukannya. 

“Karena negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji senjata nuklir kita secara setara,” tulisnya di media sosial Truth Social.

Kremlin menolak keras tudingan itu. Juru bicara Dmitry Peskov menegaskan bahwa Rusia belum pernah melanggar moratorium nuklir. 

Dia menjelaskan, dua senjata yang diuji Moskow, rudal jelajah Burevestnik dan drone torpedo Poseidon, memang bertenaga nuklir, namun tidak membawa hulu ledak nuklir. 

“Kami berharap AS memahami hal ini agar tidak menimbulkan persepsi negatif,” ujarnya.

Sementara itu, para pengamat menilai kondisi saat ini menyerupai babak baru Perang Dingin versi 2.0. Kedua negara tampak berhitung dengan cermat, menjaga agar tidak terlihat lemah namun juga tidak melampaui garis bahaya. Dunia pun kembali cemas, khawatir rivalitas nuklir dua kekuatan besar itu bisa memicu krisis global baru jika salah satu pihak kehilangan kendali.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

57 tahun lalu

Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat

57 tahun lalu

AS Berhenti Serang Iran, Trump Beri Instruksi Lanjutkan Perundingan

57 tahun lalu

Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal