Perang 2 Tahun Bikin Ekonomi Sudan Kembali ke Zaman Kuno

Anton Suhartono
Dua tahun perang saudara di Sudan menyeret perekonomian negara itu kembali ke era pra-modern (Foto: AP)

KHARTUM, iNews.id - Dua tahun perang saudara tak hanya menghancurkan kota-kota di Sudan, tapi juga menyeret perekonomian negara itu kembali ke era pra-modern. Sistem keuangan ambruk total, mata uang kehilangan nilai, dan warga kini mengandalkan barter untuk memenuhi kebutuhan hidup paling dasar.

Dalam perkembangan terbaru, lebih dari 50.000 warga sipil mengungsi dari tiga wilayah di Negara Bagian Kordofan karena memburuknya situasi keamanan.

Badan PBB Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan, total 50.445 orang mengungsi dari wilayah Kordofan antara 25 Oktober hingga 17 Desember 2025.

Ttim pelacak pengungsi mendokumentasikan 39 insiden yang memicu gelombang pengungsian dari wilayah tersebut sejak 25 Oktober. Sekitar 40.350 orang mengungsi dari enam lokasi di Kordofan Utara, 9.845 dari sembilan lokasi di Kordofan Selatan, dan 250 dari Kordofan Barat.

Pihak berwenang Sudan, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional menuduh Pasukan Pendukung Cepat (RSF) melakukan serangan brutal dan pemerkosaan di beberapa kota di wilayah tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Biadab! Pasukan Pemberontak Bom Masjid di Sudan saat Anak-Anak Belajar Alquran

57 tahun lalu

Horor! Serangan Drone Milisi RSF di Sudan Tewaskan 24 Orang, Termasuk 8 Anak

57 tahun lalu

Dubes Sudan Ungkap Negaranya Diacak-acak Asing karena Kaya Sumber Daya Alam

57 tahun lalu

Nah, Elon Musk Sebut Perang Saudara di AS Telah Pecah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal