Penyebab Mantan Kepala Kepolisian Filipina Diburu ICC, Terlalu Brutal Perangi Kejahatan Narkoba

Anton Suhartono
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Ronald Dela Rosa, mantan Kepala Kepolisian Nasional Filipina (Foto: AP)

Jaksa ICC memusatkan penyelidikan pada periode 2016-2018, ketika kekerasan aparat mencapai puncaknya. Dela Rosa, sebagai kepala kepolisian pada masa itu, dinilai memiliki tanggung jawab komando langsung atas ribuan kematian di lapangan.

Setelah pensiun dari kepolisian, Dela Rosa terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi senator. Dia bahkan sukses meraih posisi ketiga dalam pemilihan nasional pada Mei lalu, menunjukkan bahwa sebagian warga Filipina masih mendukung pendekatan kerasnya terhadap kejahatan.

Namun, keberhasilannya di dunia politik kini ternoda oleh tuduhan berat dari ICC, yang bisa membawanya ke pengadilan internasional bersama atasannya dulu, Rodrigo Duterte.

Organisasi HAM internasional seperti Amnesty International dan Human Rights Watch sejak lama mengecam perang narkoba Duterte yang dianggap sebagai kampanye kekerasan sistematis dan tanpa akuntabilitas hukum.

Mereka menyebut operasi tersebut bukan hanya menargetkan gembong narkoba, tapi juga masyarakat sipil yang miskin dan tidak bersenjata, dengan polisi kerap “menanam bukti” demi menjustifikasi pembunuhan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 hari lalu

Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional

11 hari lalu

Kapolri Naikkan Pangkat 3 Polisi yang Gugur saat Gerebek Narkoba di Kalteng

11 hari lalu

Terungkap! Pemotor Ninja yang Pukul Pengendara di Jagakarsa Positif Narkoba

11 hari lalu

19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba

14 hari lalu

Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal