Pengakuan Korban Aksi Protes Hong Kong: Saya Terkena Gas Air Mata saat Makan Siang

Nathania Riris Michico
Aksi protes di Hong Kong telah berkecamuk selama berbulan-bulan — tetapi sekarang pekerja asing mulai terpikir untuk meninggalkan pusat keuangan terbesar di Asia itu. (FOTO: REUTERS)

Akan tetapi, iming-iming kemakmuran dan stabilitas di wilayah Asia Timur itu banyak memudar sejak Hong Kong dirusak oleh aksi protes anti-pemerintah yang berlangsung selama lima bulan, menuntut peningkatan demokrasi dan melawan tindakan polisi.

Sepekan terakhir ini, ketika kekerasan semakin parah, membuat banyak firma kembali menimbang keamanan para staf mereka di Hong Kong.

Seorang manajer pengelola investasi (hedge fund) bahkan diberikan aplikasi tombol panik untuk kondisi darurat; dan kantornya sudah punya rencana mengevakuasi dirinya dan keluarganya ke kota besar lain.

"Jika kami dalam bahaya, mereka punya sekelompok orang yang akan membantu kami keluar," kata dia, kepada BBC, Minggu (17/11/2019).

Seorang bankir di HSBC mengatakan hanya setengah dari stafnya yang datang ke kantor pada Jumat (15/11/2019), karena orang-orang didorong bekerja dari rumah jika mereka tidak bisa bepergian dengan selamat.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di India hingga Hong Kong pada 2026

57 tahun lalu

V+Short Bawa Terobosan Baru Mobile Storytelling pada Peluncuran Eksklusif di Hong Kong

57 tahun lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

57 tahun lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal