Pengakuan 2 Warga Rusia yang Dituduh Serang Eks Mata-Mata di Inggris

Anton Suhartono
Foto yang dirilis Kepolisian London memperlihatkan Petrov (kanan) dan Boshirov berada di Stasiun Salisbury pada 3 Maret 2018 (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Dua pria warga Rusia yang dituduh mencoba membunuh mantan mata-mata Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Inggris, akhirnya muncul ke publik, Kamis (13/9/2018).

Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov membeberkan soal apa yang mereka lakukan di Inggris, termasuk di Salisbury, kota tempat Skripal dan Yulia ditemukan tak sadarkan diri setelah diserang menggunakan zat kimia pelumpuh saraf, Novichok.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Rusia RT, mereka mengaku pergi ke Inggris sebagai turis. Petrov dan Boshirov membantah mencoba membunuh Skripal.

Mereka tiba di Inggris pada 2 Maret 2018 atau dua hari sebelum serangan terhadap Skripal dan Yulia. Keesokan harinya, dua pria yang usianya ditaksir 40 tahunan itu pergi ke Salisbury untuk sekadar berjalan-jalan. Namun mereka tak lama di Salisbury karena cuaca buruk.

"Kami ke sana untuk melihat Stonehenge dan Old Sarum, tapi kami tidak bisa karena di mana-mana berlumpur," kata Petrov, merujuk pada akses menuju tempat wisata batu bertumpuk itu, seperti dilaporkan kembali AFP.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
8 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
8 jam lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Internasional
20 jam lalu

Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal