Pengadilan Spanyol Salah Artikan Pasal Pemerkosaan, Picu Aksi Protes

Nathania Riris Michico
Setelah vonis kontroversial pada kasus perkosaan April lalu, beragam unjuk rasa di Spanyol menentang budaya patriarki pengadilan. (Foto: Getty Images)

Setelah serangkaian putusan pengadilan yang kontroversial ini, Pemerintah Spanyol meminta sejumlah pakar memperbarui hukum tentang kekerasan seksual.

Pemerintah Spanyol berharap definisi pemerkosaan yang baru dapat mencakup sejumlah kekerasan seksual.

Adapun, lembaga pemantau HAM, Amnesty International, mengkritik tidak adanya kebijakan Pemerintah Spanyol untuk membantu perempuan korban kekerasan seksual.

Dalam pernyataan tertulis mereka, Amnesty International menuding sistem hukum di Spanyol justru cenderung membuat korban tak bersuara atas kekerasan seksual yang mereka terima.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Profil Cape Verde, Negara Berpenduduk 550.000 Jiwa yang Bikin Repot Juara Piala Dunia 2010

57 tahun lalu

Pasien Hantavirus Pasrah, Belum ada Obat dan Vaksin

57 tahun lalu

Teror Hantavirus! 11 Penumpang dan Kru Kapal Pesiar MV Hondius Terinfeksi, 3 Tewas

57 tahun lalu

Mengejutkan, Sebagian Besar Warga Spanyol Yakin AS-Israel Kalah Perang Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal