Pengadilan Spanyol Salah Artikan Pasal Pemerkosaan, Picu Aksi Protes

Nathania Riris Michico
Setelah vonis kontroversial pada kasus perkosaan April lalu, beragam unjuk rasa di Spanyol menentang budaya patriarki pengadilan. (Foto: Getty Images)

Konsekuensi pertimbangan itu, kata hakim, pasal pemerkosaan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun tidak dapat diterapkan.

Beragam kemarahan pun muncul di dunia maya. Ribuan unggahan di media sosial mengutuk putusan pengadilan Lleida.

Seorang pengguna Twitter, Mercedes Domenech, menyebut putusan hakim itu sebagai skandal.

"Jika Anda tidak mempertahankan diri, Anda tidak dapat disebut diperkosa. Tapi jika Anda melawan, pelaku akan membunuh Anda," ujarnya.

Vonis pengadilan Lleida muncul saat sejumlah kelompok feminis di berbagai penjuru Spanyol mempersiapkan 200 unjuk rasa selama akhir pekan ini.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Profil Cape Verde, Negara Berpenduduk 550.000 Jiwa yang Bikin Repot Juara Piala Dunia 2010

57 tahun lalu

Pasien Hantavirus Pasrah, Belum ada Obat dan Vaksin

57 tahun lalu

Teror Hantavirus! 11 Penumpang dan Kru Kapal Pesiar MV Hondius Terinfeksi, 3 Tewas

57 tahun lalu

Mengejutkan, Sebagian Besar Warga Spanyol Yakin AS-Israel Kalah Perang Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal