Penembakan Tentara Garda Nasional, Trump Akan Usir Pendatang Asing yang Bahayakan Amerika

Anton Suhartono
Donald Trump mengumumkan kebijakan ekstrem terkait pendatang asing menyusul penembakan 2 tentara Garda Nasional (Foto: AP)

Istilah ‘Negara Dunia Ketiga’ Kembali Jadi Sorotan

Trump menggunakan “negara dunia ketiga”, istilah era Perang Dingin yang kini lebih sering dipahami sebagai negara-negara yang dianggap ekonominya terbelakang atau tidak stabil.

Kebijakan ini, menurut analis, berpotensi memblokir visa bagi jutaan pelamar dari negara Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, hingga sebagian negara Asia Tenggara, sebuah langkah radikal yang bisa mengguncang hubungan internasional AS.

Gelombang Deportasi Menanti?

Jika kebijakan Trump benar-benar diterapkan secara penuh, AS dapat menghadapi:

  • Deportasi massal pendatang yang dianggap “beban publik”,
  • Pemeriksaan ulang ribuan pemegang visa dan suaka,
  • Penghentian sementara hingga permanen pemrosesan visa keluarga, pekerja, hingga pelajar dari negara tertentu.

Kritikus menilai retorika Trump menciptakan ketakutan dan stigma pada komunitas imigran, sementara pendukungnya menyebut langkah ini sebagai “satu-satunya cara melindungi Amerika”.

Amerika di Persimpangan

Pengumuman Trump mencerminkan arah kebijakan imigrasi yang sangat tegas, bahkan lebih keras dibandingkan periode pertamanya di Gedung Putih. Tragedi penembakan Garda Nasional kini menjadi titik pemicu perombakan besar kebijakan imigrasi AS.

Dengan janji mendeportasi pendatang yang dianggap membahayakan hingga menghentikan visa negara dunia ketiga, Trump mengirim pesan jelas: pemerintahannya tak akan ragu mengambil langkah agresif demi apa yang ia sebut “keselamatan Amerika”.

Arah baru ini menempatkan AS pada persimpangan besar antara keamanan nasional dan nilai keterbukaan yang selama ini menjadi citra negara tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan

8 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

9 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

9 jam lalu

Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal