Penembakan di Mal Paragon Thailand, Polisi Duga Pelaku Beli Senjata di Online Shop 

Muhammad Fida Ul Haq
Pelaku penembakan di Thailand diduga membeli senjata api dari online shop (Foto: Reuters)

Ada lebih dari 10.000 senjata seperti yang digunakan pelaku legal beredar di Thailand. Polisi akan bekerja sama dengan lembaga pemerintah lainnya untuk mengklasifikasikannya kembali sebagai senjata mematikan.

"Kami ingin memastikan senjata-senjata ini menjadi senjata api terkendali karena modifikasinya membuatnya menjadi senjata mematikan," kata Torsak.

Pencarian di platform e-commerce menunjukkan beberapa jenis senjata serupa yang dimiliki pelaku dijual bebas dengan harga mulai Rp1,5 juta.

Penjara hingga 10 tahun dan denda hingga Rp7 juta bisa dikenakan bagi pemilik senjata api di Thailand.

Aturan kepemilikan senjata sudah dievaluasi karena banyaknya penembakan massal. Pada Oktober tahun lalu, seorang mantan polisi menewaskan 35 orang, termasuk 22 anak-anak, di sebuah taman kanak-kanak di timur laut Thailand.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
7 hari lalu

Cerita Kengerian Kebakaran Dahsyat Bar di Thailand, Korban Tewas Jadi 32 Orang 

8 hari lalu

Kebakaran Hebat Pub di Thailand, 27 Orang Tewas

10 hari lalu

Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon

11 hari lalu

Prabowo Bertemu 3 Mantan PM Thailand di Danantara, Bahas Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal