Pendukung Setia Israel, Pemenang Nobel Perdamaian Siap Pindahkan Kedubes Venezuela ke Yerusalem

Anton Suhartono
Maria Corina Machado bakal memindahkan Kedubes Venezuela di Tel Aviv ke Yerusalem jika memenangkan pemilu Venezuela (Foto: AP)

Machado menilai langkah pemindahan kedutaan ke Yerusalem merupakan bentuk dukungan terhadap “hak Israel untuk menentukan ibu kotanya sendiri.” Padahal, keputusan semacam itu melanggar hukum internasional, sebab status Yerusalem seharusnya ditentukan melalui perundingan antara Israel dan Palestina, bukan melalui pengakuan sepihak.

Langkah serupa sebelumnya dilakukan AS pada Mei 2018 di bawah pemerintahan Trump. Keputusan itu memicu gelombang protes global karena dianggap melegitimasi pendudukan Israel atas Yerusalem Timur yang diklaim Palestina sebagai ibu kota masa depannya.

Machado selama ini dikenal memiliki pandangan pro-Barat dan berusaha menjauhkan diri dari kebijakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang bersekutu dengan Iran dan menentang Israel. Dengan mendekat ke Tel Aviv, Machado tampak berupaya menggeser orientasi politik luar negeri Venezuela dari poros Teheran menuju Washington dan sekutunya.

Langkah politik ini juga menunjukkan ambisi Machado untuk memperkuat citranya di mata Barat menjelang pemilu Venezuela. Namun di sisi lain, wacana pemindahan kedutaan itu bisa menimbulkan ketegangan diplomatik dengan dunia Arab dan menimbulkan reaksi keras dari kelompok pro-Palestina di Amerika Latin.

Jika Machado benar-benar melaksanakan janji itu, Venezuela akan menjadi negara Amerika Latin pertama yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, langkah berisiko tinggi yang menempatkan politik luar negeri Karakas dalam arus besar geopolitik Timur Tengah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir

57 tahun lalu

Trump Kecam Netanyahu: Dia Seharusnya Berterima Kasih!

57 tahun lalu

10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi

57 tahun lalu

Israel Gempur Lebanon Bikin Iran Murka, Trump: Seharusnya Tak Terjadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal