Meski demikian beberapa politisi Republik mendesak para pendukung untuk memberikan suara secara langsung saat pilpres pada 5 November.
Data Election Lab mengungkap, sejauh ini sekitar 5,5 juta warga AS telah memberikan suara dalam pemungutan suara awal di berbagai negara bagian. Angka itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pemungutan suara awal pada pilpres AS 2020.
Penyebabnya saat itu sedang terjadi pandemi Covid-19 sehingga para pemilih lebih menggunakan kesempatan ikut pemungutan awal untuk menghindari interaksi langsung dengan orang lain di TPS.
Seperti beberapa negara bagian lain, Georgia memperketat undang-undang pemungutan suara melalui surat atau pos untuk menghindari kecurangan. Wilayah itu mengharuskan para pemilih yang memberikan suara melalui surat, tidak di TPS, untuk menyertakan bukti identitas. Selain itu otoritas juga membatasi jumlah lokasi tempat mereka bisa mengirimkan suara suara mereka.
Georgia merupakan salah satu dari tujuh negara bagian medan pertempuran paling keras dalam pilpres AS. Tak heran jika wilayah itu menjadi sorotan dari para politisi itu terkait potensi kecurangan.