Di Desa Jalud, Tepi Barat, seorang warga Palestina bernama Mohammad Salameh juga kehilangan lahannya setelah dikuasai pemukim Israel saat dia sedang membangun rumah untuk putranya yang baru bertunangan. Kepada Reuters, Salameh mengaku upayanya meminta perlindungan kepada otoritas Israel tidak membuahkan hasil.
"Jika hukum benar-benar ditegakkan, maka mereka (para pemukim Israel) akan pergi. Namun jika mereka berhasil mengambil satu (lahan atau rumah), maka sisanya akan menyusul," kata Salameh.
Wafa melaporkan, serangan pemukim Israel dalam beberapa pekan terakhir semakin intensif, termasuk penggerebekan rumah-rumah warga Palestina serta upaya menabrakkan kendaraan ke warga. Serangan-serangan tersebut disebut berdampak langsung terhadap kehidupan dan mata pencaharian masyarakat Palestina.
Berdasarkan data yang dikutip Aljazeera, sekitar 500.000 warga Israel kini tinggal di permukiman yang dibangun di wilayah pendudukan Tepi Barat, berdampingan dengan sekitar 3 juta warga Palestina. Selama bertahun-tahun, warga Palestina melaporkan berbagai aksi perusakan lahan pertanian, properti dan kekerasan yang dikaitkan dengan perluasan permukiman Israel.