Pemimpin Junta Myanmar Janjikan Demokrasi, tapi Bantai 91 Warga Sipil dalam Sehari

Anton Suhartono
Antara
Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing. (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id – Pemimpin junta militerMyanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, menegaskan lagi janjinya untuk mengadakan pemilihan umum yang demokratis. Ironisnya, pada saat bersamaan, militer di negara itu justru membantai 91 warga sipil hanya dalam sehari.

Hlaing menyampaikan janjinya itu saat berpidato pada parade tahunan Hari Angkatan Bersenjata Myanmar, Sabtu (27/3/2021). Dalam kesempatan itu, Hlaing juga menyambut kehadiran pasukan Rusia dan menyebut Rusia sebagai “teman sejati”. 

Dia bahkan mengatakan, tindakan kekerasan tidaklah pantas, sementara militer Myanmar terus saja membantai rakyat sipil yang menolak kudeta 1 Februari.

Korban tewas akibat kekerasan pasukan keamanan Myanmar, Sabtu kemarin, bertambah menjadi hampir 100 orang. Ini menjadi hari paling berdarah sepanjang demonstrasi pascakudeta menggulingkan Aung San Suu Kyi

Portal berita Myanmar Now melaporkan sejauh ini 91 orang tewas di beberapa kota, bahkan sebagian dari mereka bukan demonstran dan sedang berada di rumah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

57 tahun lalu

Pemimpin Kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden

57 tahun lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal