Pemerintahan Trump Larang Universitas Harvard Terima Mahasiswa Asing

Anton Suhartono
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump melarang Universitas Harvard menerima mahasiswa asing (Foto: AP)

Respons Harvard

Sementara itu Harvard menyebut keputusan tersebut melanggar hukum dan bermotivasi balas dendam. Harvard juga tidak gentar dengan keputusan tersebut dan akan bertahan semampu mungkin.

"Kami berkomitmen penuh untuk mempertahankan kemampuan Harvard dalam menampung mahasiswa dan akademisi internasional, berasal dari lebih dari 140 negara, yang telah memperkaya universitas serta negara ini, dengan tak terkira," bunyi pernyataan kampus.

Pengumuman Noem itu menandai semakin panasnya perseteruan pemerintah AS dengan kampus swasta terkemuka itu. Harvard menolak permintaaan pemerintahan Trump untuk menyetujui daftar tuntutan pemerintah untuk menghapus program keberagaman serta menolak untuk menindak demonstrasi pro-Palestina.

Pemerintah menghukum Harvard dengan memberlakukan pemangkasan dana federal dan hibah tiga kali yang totalnya lebih dari 2,6 miliar dolar AS. 

Sebagai pembalasan, Harvard sedang mengajukan gugatan hukum yang menuduh pemerintah melanggar Konstitusi AS dalam tindakannya.

Presiden Harvard Alan Garber telah meminta dukungan dan donasi para alumni di tengah penghentian dana hibah pemerintah.

“Lembaga yang dipercayakan kepada kita sekarang menghadapi tantangan tidak ada duanya dalam sejarah panjang kita,” kata Garber, dalam email, berjudul Presidential Priorities Fund dan Presidential Fund for Research, kepada para alumni. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Biodata Nas Daily: Vlogger Israel-Palestina yang Pernah Angkat PLTS Cirata ke Dunia

57 tahun lalu

RI-Thailand Sepakat Dorong Gencatan Senjata di Palestina

57 tahun lalu

Raja Salman Undang 1.000 Warga Palestina Korban Perang Israel Berhaji Tahun Ini

57 tahun lalu

Breaking News: AS Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal