Pembunuhan Sadis di Gereja, Muslim Prancis: Itu Bukan Ideologi Kami!

Arif Budiwinarto
Polisi berkumpul di depan gereja lokasi penikaman yang menewaskan tiga orang di Nice, Kamis (29/10/2020) pagi waktu setempat. (foto: AFP)

Yasser Louati, seorang aktivis muslim yang memperjuangkan hak-hak sipil Prancis, mengatakan pelaku kejahatan semacam itu tidak membedakan antara Muslim dan Kristen. Jadi, tidak dipantas jika langsung dihubungkan dengan terorisme Islam.

"Seorang perempuan dipenggal di dalam gereja, ini berarti pelakunya tidak ada hubungannya dengan hal-hal suci. Tidak ada batasan moral bagi mereka," kata Louati dikutip dari Aljazeera, Jumat (30/10/2020).

Louati menyebut aksi kekerasan yang memakan korban jiwa merupakan bentuk nyata dari ideologi teroris yang terus tumbuh dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.

"Sekitar 750 orang tewas di masjid-masjid di seluruh dunia, mengapa kita tidak dapat menghubungkan titik-titiknya dan melihat bahwa ideologi ini telah menyebar sehingga sejauh ini kita kalah dalam pertarungan gagasan," lanjutnya.

"Kami menangani serangan ini seolah-olah mereka terpisah satu sama lain, padahal tidak," ucapnya.

Muslim Prancis sampaikan duka cita atas insiden penikaman Gereja Notre-Dame

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
4 hari lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Internasional
16 hari lalu

Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Nasional
16 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
17 hari lalu

Momen Macron Gunakan Bahasa Indonesia saat Sambut Prabowo di Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news