Pembunuhan Khashoggi, Pangeran Saudi: CIA Tak Bisa Dipercaya

Nathania Riris Michico
Pangeran Turki Al Faisal. (Foto: AP Photo/Kamran Jebreili)

ABU DHABI, iNews.id - Seorang pangeran senior Arab Saudi meragukan temuan CIA yang bocor ke media bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Menurutnya, badan intelijen Amerika Serikat (AS) itu tidak dapat diandalkan dan tak bisa dipercaya untuk membuat kesimpulan yang kredibel.

"CIA belum tentu memiliki standar tertinggi dalam kebenaran atau akurasi untuk menilai situasi," kata anggota senior keluarga kerajaan, Pangeran Turki Al Faisal, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (26/11/2018).

"Contohnya banyak," tambahnya.

Pangeran Turki Al Faisal, mantan kepala intelijen Saudi sekaligus mantan duta besar untuk AS, mencontohkan salah satu kesimpulan CIA yang fatal. Yakni, kesimpulan bahwa Irak memiliki senjata kimia sebelum invasi AS pada 2003.

Menurutnya, kesalahan kesimpulan itu menunjukkan agen intelijen AS tersebut tidak dapat diandalkan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
17 jam lalu

Arab Saudi Pastikan Kesiapan Pengamanan Haji 2026, Kerahkan Teknologi AI

Internasional
2 hari lalu

AS Mungkin Lanjutkan Serang Iran setelah Musim Haji

Nasional
2 hari lalu

Momen 9 WNI Rombongan Global Sumud Flotilla Tiba di Turki usai Bebas dari Israel

Internasional
2 hari lalu

Bebas dari Israel, 422 Aktivis Global Sumud Flotilla Diterbangkan ke Turki

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal