Berdasarkan pemeriksaan di Korsel, pria tersebut tak terinfeksi virus corona.
Dia meninggalkan Korut pada 2017 lalu kembali pada 19 Juli lalu. Setibanya di Korut, dia dinyatakan suspect Covid-19, memaksa pemimpin Kim Jong Un menerapkan kondisi darurat dan menutup Kota Koesong.
Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita KCNA pada Minggu, Kim mengatakan virus corona mungkin telah masuk negaranya.
Bukan hanya itu, pemerintah menggelar penyelidikan terhadap tentara penjaga perbatasan. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban bagaimana bisa kebobolan sehingga ada penyusup yang masuk.