Pembantaian Rohingya: PBB Serukan Embargo Penjualan Senjata Terhadap Myanmar

Nathania Riris Michico
Pengungsi Rohingya dari Myanmar tiba di perbatasan Khanchon dekat Kota Teknaf, Bangladesh, 5 September 2017. (FOTO: AFP)

Laporan PBB itu mengungkap sedikitnya 15 perusahaan asing memiliki hubungan dengan dengan militer Myanmar, dan 44 lainnya memiliki berbagai hubungan komersial.

PBB tidak menyebut perusahaan itu melanggar hukum, namun menegaskan, "Hubungannya dengan militer berpotensi menyumbang pada terjadinya pelanggaran HAM."

Laporan itu menyebut, ada 14 perusahaan yang menjual senjata ke Myanmar sejak 2016 dan menyerukan dilancarkannya embargo penjualan senjata terhadap negara itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

57 tahun lalu

Pemimpin Kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden

57 tahun lalu

Maskapai Bertumbangan Imbas Perang Timteng, Giliran Vietnam dan Myanmar Pangkas Penerbangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal