Sementara itu militer Israel menyatakan setidaknya satu roket dicegat saat sirene tanda bahaya meraung di beberapa kota dekat perbatasan.
Sumber keamanan Lebanon menyatakan ada dua gelombang serangan yang dilancarkan ke Israel.
Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, namun tiga sumber keamanan mengatakan faksi perlawanan Palestina yang berbasis di Lebanon sebagai pelaku. Serangan seperti itu diyakini bukan dilakukan kelompok Hizbullah.
Serangan itu juga berlangsung setelah pemimpin kelompok perlawanan Palestina Hamas, Ismail Haniya, mengunjungi Lebanon untuk bertemu pejabat Hizbullah. Sejauh ini belum ada pernyataan yang disampaikan Hamas maupun penguasa Lebanon soal hasil pertemuan.
Militer Israel membalas serangan dengan menembakkan artileri ke perbatasan. Namun tak ada laporan korban.
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menggambarkan kondisi itu sebagai sangat serius seraya mendesak semua pihak untuk menahan diri.
Kepala UNIFIL Aroldo Lazaro sudah menghubungi kedua pihak untuk menahan diri.