Pejuang Hamas Awalnya Ingin Serang Penjara Israel pada 7 Oktober, tapi...

Anton Suhartono
Serangan lintas batas Hamas ke Israel pada 7 Oktober sebenarnya mengincar penjara di Ashkelon (Foto: Reuters)

Para pejuang kemudian terlibat baku tembak dengan pasukan keamanan Israel yang panik dengan serangan mendadak di pagi buta itu.

Sementara itu para pejuang Al Qassam menyandera banyak warga Israel, termasuk tentara, dengan membawa mereka ke Gaza. 

Diperkirakan sekitar 240 warga Israel disandera di Gaza, namun sekitar 100 di antaranya sudah dibebaskan dalam gencatan senjata selama 7 hari yang berakhir pada 1 Desember 2023.

Hingga saat ini operasi darat Israel ke Gaza belum dapat membebaskan sandera yang tersisa. Israel mengancam akan menyerang Rafah, kota yang menjadi benteng pertahanan terakhir Hamas, jika semua sandera tak dibebaskan pada Ramadan.

Namun Hamas menjawab tantangan itu, tak akan membebaskan sandera sampai gencatan senjata permanen.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak

Internasional
2 hari lalu

Libatkan Ribuan Tenaga Medis, Global Sumud Flotilla Akan Bergerak ke Gaza dari Laut dan Darat

Internasional
2 hari lalu

Nah, Netanyahu Mulai Waswas dengan Kemajuan Militer Mesir

Internasional
2 hari lalu

Mantan Menhan Israel Sebut Pemerintahan Netanyahu Tak Bisa Pengaruhi Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal