Pengamat fiskal AS, Maya MacGuineas, menyebut angka utang pemerintah federal sebesar 34 triliun dolar AS itu sebagai “pencapaian yang benar-benar menyedihkan”. Dia pun menghubungkan hal tersebut dengan keengganan para pemimpin politik Amerika untuk mengambil pilihan fiskal yang sulit.
“Kami tetap berharap bahwa para pembuat kebijakan akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk mengurangi pinjaman kita (AS) baik dengan menaikkan pajak, mengurangi pengeluaran, atau membentuk komisi fiskal – atau idealnya dengan melakukan semua hal di atas,” ungkap MacGuineas dalam sebuah pernyataan.
Juru Bicara Gedung Putih, Michael Kikukawa, menyebut kenaikan utang AS saat ini sebagai dampak dari pemotongan pajak yang disahkan oleh Partai Republik pada 2017 yang hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan dan orang-orang kaya Amerika.
Oleh karena itu, kata dia, Presiden AS Joe Biden berencana untuk mengurangi defisit AS sebesar 2,5 triliun AS selama 10 tahun dengan meningkatkan pajak terhadap perusahaan-perusahaan besar dan orang-orang kaya Amerika. Biden juga bakal memotong pengeluaran untuk obat-obatan dan keringanan pajak untuk perusahaan minyak.