Sebagai tanggapan, kelompok Haredi mengatakan akan mendukung pembubaran Knesset dan mempercepat pemilu, yang semula dijadwalkan pada akhir Oktober, jika RUU yang diajukan kubu Netanyahu tidak disahkan.
Tak lama kemudian, partai Yesh Atid, dipimpin tokoh oposisi Yair Lapid, dan Partai Demokrat, dipimpin Yair Golan, juga mengajukan RUU untuk membubarkan Knesset. Ini menunjukkan bahwa RUU tersebut mungkin akan di-voting di Knesset pekan depan.
Para pengamat sepakat, oposisi Israel menyelaraskan diri dengan Haredi untuk mendorong pemilu dini, langkah yang berpotensi menggulingkan Netanyahu dari jabatan perdana menteri.