PBB Imbau Pemerintah Venezuela Tak Gunakan Kekerasan Atasi Krisis

Nathania Riris Michico
Bentrokan yang terjadi antara pasukan yang setia kepada Presiden Nicolas Maduro dengan pendukung pemimpin oposisi Juan Guaido. (FOTO: AFP / Federico PARRA)

"Semua pihak harus meninggalkan penggunaan aksi kekerasan. Kami mendesak para pemimpin politik untuk terlibat dalam diskusi yang bermakna untuk bekerja untuk menyelesaikan krisis saat ini," tutur Hurtado.

Sebelumnya, bentrokan sengit sempat pecah di Venezuela saat upaya kudeta terhadap Presiden Nicolas Maduro dilancarkan kelompok oposisi yang dipimpin Juan Guaido. Sebagian tentara Venezuela ikut berada di barisan oposisi.

Namun upaya kudeta itu gagal dan berujung pada bentrokan sengit di ibu kota Caracas pada Selasa (30/4) waktu setempat.

Para demonstran dihujani tembakan dan gas air mata yang diluncurkan oleh tentara loyalis Maduro di dalam pangkalan udara tersebut. Sebuah kendaraan lapis baja milik Garda Nasional Venezuela juga menabrak kerumunan demonstran, yang melemparkan batu dan memukuli kendaraan tersebut.

Sedikitnya 78 orang luka-luka dalam bentrokan tersebut. Kebanyakan dari mereka terkena tembakan peluru karet.

Venezuela diguncang krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, setelah Guaido menyatakan dirinya sebagai pemimpin sementara negara itu pada Januari lalu.

Dia diakui sebagai pemimpin Venezuela oleh lebih dari 50 negara, termasuk Amerika Serikat dan sebagian besar di Amerika Latin.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka

57 tahun lalu

Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk

57 tahun lalu

Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah

57 tahun lalu

Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 1.430 Orang, Hampir 70.000 Lainnya Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal