PBB Imbau Pemerintah Venezuela Tak Gunakan Kekerasan Atasi Krisis

Nathania Riris Michico
Bentrokan yang terjadi antara pasukan yang setia kepada Presiden Nicolas Maduro dengan pendukung pemimpin oposisi Juan Guaido. (FOTO: AFP / Federico PARRA)

NEW YORK, iNews.id - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia memperingatkan pemerintah Venezuela untuk tidak menggunakan kekerasan berlebihan dalam menghadapi krisis di negara tersebut. PBB menyoroti puluhan demonstran yang terluka saat aksi protes di Hari Buruh 2019.

"Kantor Hak Asasi Manusia PBB sangat khawatir dengan laporan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan keamanan terhadap demonstran di seluruh Venezuela yang diduga mengakibatkan puluhan orang terluka," kata juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Marta Hurtado, seperti dilaporkan AFP, Kamis (2/5/2019).

"Banyak juga yang dilaporkan ditahan," ujar dia.

Hurtado meminta Venezuela menghormati aksi yang dilakukan sebagian masyarakat yang dilakukan secara damai pada Rabu (1/5). Dia mengimbau semua pihak mengedepankan diskusi dalam menyelesaikan masalah.

"Semua pihak harus meninggalkan penggunaan kekerasan. Kami mendesak para pemimpin politik untuk terlibat dalam diskusi yang bermakna untuk bekerja untuk menyelesaikan krisis saat ini," jelas Hurtado.

Hurtado juga mengimbau para politikus di Venezuela mendorong penyelesaian krisis seacara damai. Menurutnya, mengambil jalan tengah melalui diskusi merupakan solusi yang paling baik.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka

57 tahun lalu

Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk

57 tahun lalu

Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah

57 tahun lalu

Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 1.430 Orang, Hampir 70.000 Lainnya Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal